MITOS DAN FAKTA TENTANG NYAMUK WOLBACHIA
Hello Sobat Sehat, Pernahkah kalian dengar tentang nyamuk Wolbachia yang sempat heboh beberapa waktu lalu?
Tetapi terdapat banyak kekeliruan informasi seputar Wolbachia yang telah menyebar luas di masyarakat. Apakah benar Wolbachia merupakan hasil modifikasi genetik yang dapat menyebabkan peyakit japanese enchepalitis (JE)?
Yuk kita simak Mitos dan Fakta tentang Nyamuk Wolbachia.
Beredar kabar bahwa nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia adalah Nyamuk Hasil Modifikasi, tetapi kabar itu adalah HOAX semata, dimana FAKTA nya, nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia BUKAN hasil modifikasi genetic, mengingat bakteri Wobachia yang dimasukan kedalam tubuh nyamuk Aedes Aegypti identik dengan Wolbachia yang ada di inang aslinya, yaitu Drosophil Melanogaster.
Menurut peneliti Prof. dr. Adi Utarini MSc, MPH, PhD “Bakteri wolbachia maupun nyamuk sebagai inangnya bukanlah organisme hasil dari modifikasi genetik yang dilakukan di laboratorium. Secara materi genetik baik dari nyamuk maupun bakteri wolbachia yang digunakan, identik dengan organisme yang ditemukan di alam” ungkap Peneliti Universitas Gadjah Mada itu.
Selain itu, beredar kabar menyebutkan juga bahwa nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia menyebabkan penyakit Japanese Encephalitis, ternyata kabar itu adalah HOAX semata, dimana FAKTA nya yaitu, nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia menyebabkan penyakit Japanese Encephalitis (JE) adalah penyakit radang otak (Ensefalitis) yang disebabkan oleh virus JE. Manusia dapat terifeksi virus JE melalui vector penyebar virus JE, jenis nyamuk ini merupakan yang biasa ditemukan disekitar rumah, antara lain yaitu area persawahan, kolam atau selokan (daerah yang selalu di genangi air), sedangkan nyamuk Wolbachia adalah nyamuk Aedes Aegypti berisi bakteri Wolbachia.
Wolbachia sendiri adalah bakteri yang dapat melumpuhkan virus dengue dalam tubuh nyamuk Aedes Aegypti, membuka potensi baru dalam pengendalian demam berdarah, teknologi ini telah dilakukan di Yogyakarta, diperoleh kasus demam berdarah turun sebesar 77% dan 86% kasus perawatan di rumah sakit.
(Puskesmas Suradita/rfd)
(Nomor : PR/019-PKM-SRD/II/2025)
Berita Lainnya
-
10 Jan 2026
Puskesmas Suradita Jalani Pemeriksaan Inspektorat sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan
Puskesmas Suradita menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada ...
-
09 Jan 2026
Kegiatan Gerebek Posyandu Anggrek di Desa Suradita Fokuskan Pencegahan Stunting
Puskesmas Suradita melaksanakan kegiatan Gerebek Posyandu Anggrek pada Sabtu, 03 Januari 2026, sebagai upaya meningkatkan ...
-
09 Jan 2026
Pembukaan Gerebek Posyandu di Desa Suradita, Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Puskesmas Suradita resmi memulai kegiatan Gerebek Posyandu sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ...
-
27 Dec 2025
Kelas Ibu Hamil di Posyandu Desa Suradita, Upaya Tingkatkan Pengetahuan dan Kesehatan Ibu
Posyandu di Desa Suradita kembali melaksanakan kegiatan Kelas Ibu Hamil sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan ...
-
27 Dec 2025
Penyuluhan Kesehatan di Posyandu Desa Mekarwangi Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat
Puskesmas Suradita – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, petugas Promosi ...